SITUBONDO – Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di KTH Makmur Tambak Ukir pada Senin (10/8/2026) berlangsung dengan melibatkan sekitar 450 siswa SMK Negeri 1 Kendit serta dukungan berbagai instansi. Penanaman dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian hutan, sumber mata air, dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS).
Kegiatan dimulai pukul 08.15 WIB dengan sambutan Ketua KTH Makmur Tambak Ukir Matrosi Sanjoko. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan, di antaranya CDK Wilayah Banyuwangi, SMK Negeri 1 Kendit, Perhutani KRPH Wringinanom, Pemerintah Desa Tambak Ukir, dan IPB yang selama ini turut memfasilitasi kegiatan KTH.
Ketua KTH menjelaskan bahwa rehabilitasi hutan dan lahan memiliki peran penting dalam menjaga fungsi ekologis hutan, seperti mencegah dan mengendalikan erosi serta melestarikan sumber mata air. Di sisi lain, penanaman MPTS diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi karena hasil buah yang dipanen nantinya dapat menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan anggota KTH.
Ia juga menjelaskan bahwa penanaman dilakukan pada bulan Agustus karena didukung sistem penyiraman yang telah dipersiapkan. KTH memiliki tujuh tandon air berkapasitas masing-masing 5.500 liter, satu tandon 3.500 liter, serta satu tandon 500 liter yang digunakan khusus untuk mendukung pembuatan pupuk organik padat maupun cair.
Menurutnya, apabila tidak tersedia tandon air untuk penyiraman, maka penanaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan.
Setelah sambutan, penanaman dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh peserta yang hadir, termasuk ratusan siswa SMK Negeri 1 Kendit. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyiraman menggunakan air yang telah disiapkan.
Pihak SMK Negeri 1 Kendit menyatakan harapan agar kolaborasi serupa dapat terus dilakukan pada kegiatan penanaman berikutnya, terutama di wilayah sekitar Kendit.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota KTH Makmur Tambak Ukir, tim CDK Wilayah Banyuwangi Wilker Situbondo, kepala sekolah, guru, dan siswa SMK Negeri 1 Kendit, Kepala Desa Tambak Ukir beserta perangkat desa, perwakilan Perhutani KRPH Wringinanom, serta perwakilan IPB.
Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung rehabilitasi hutan dan lahan serta pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan di wilayah Situbondo.
(Redaksi)












