Pertanian dan Kehutanan

KTH Makmur Tambak Ukir Situbondo Studi Banding Budidaya Alpukat di Sidoarjo

×

KTH Makmur Tambak Ukir Situbondo Studi Banding Budidaya Alpukat di Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
KTH Makmur Tambak Ukir
KTH Makmur Tambak Ukir Situbondo belajar budidaya alpukat bersama Pak Mutasarudin di Sidoarjo. (Foto: Matrosi)

SIDOARJO – Upaya meningkatkan kualitas petani dan memperluas peluang usaha hortikultura terus dilakukan Kelompok Tani Hutan (KTH) Makmur Tambak Ukir Situbondo. Kali ini, puluhan anggota kelompok melakukan studi banding ke kebun alpukat milik Pak Mutasarudin di Kabupaten Sidoarjo untuk mempelajari teknik budidaya alpukat secara langsung dari petani yang telah berpengalaman.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas petani agar mampu mengembangkan alpukat sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Para peserta tidak hanya melihat proses budidaya, tetapi juga berdiskusi mengenai strategi pengelolaan kebun, pemilihan bibit, pemupukan, perawatan tanaman, hingga teknik meningkatkan kualitas dan produktivitas buah.

Matrosi Sanjoko Ketua KTH Makmur Tambak Ukir Situbondo mengatakan bahwa studi banding ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat pengetahuan anggota kelompok dalam menghadapi tantangan pertanian modern.

“Petani harus terus belajar dan membuka diri terhadap inovasi. Kami ingin anggota KTH tidak hanya menanam, tetapi juga memahami teknik budidaya yang benar sehingga hasil panen dapat meningkat dan memiliki daya saing di pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan alpukat di Situbondo memiliki prospek yang cukup menjanjikan karena permintaan pasar terhadap buah berkualitas terus meningkat. Oleh karena itu, pengalaman dari petani yang telah berhasil menjadi bekal penting bagi anggota KTH.

KTH Makmur Tambak Ukir
Diskusi KTH Makmur Tambak Ukir Situbondo dan Pak Mutasarudin bahas budidaya alpukat berkelanjutan. (Foto: Matrosi)

Sementara itu, Pak Mutasarudin menyambut baik kunjungan rombongan dari Situbondo. Menurutnya, keberhasilan budidaya alpukat tidak hanya ditentukan oleh bibit unggul, tetapi juga kedisiplinan dalam perawatan tanaman.

“Alpukat membutuhkan perhatian yang konsisten. Pemupukan, pemangkasan, pengairan, dan pengendalian hama harus dilakukan dengan tepat. Jika dikelola dengan baik, alpukat bisa menjadi sumber pendapatan yang sangat menjanjikan bagi petani,” kata Pak Mutasarudin.

Baca juga:
LSM Siti Jenar Kembali Desak DPRD Situbondo Soal Stockpile Sawdust

Selama kegiatan, peserta juga mempelajari pola pengembangan kebun yang berorientasi pada kualitas buah dan keberlanjutan usaha tani. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai teknik percepatan berbuah, pemilihan varietas unggul, hingga strategi pemasaran hasil panen.

KTH Makmur Tambak Ukir Situbondo berharap hasil studi banding ini dapat diterapkan di wilayah Situbondo melalui pengembangan kebun percontohan dan pendampingan berkelanjutan bagi anggota kelompok.

“Harapan kami, ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di Sidoarjo, tetapi menjadi langkah awal lahirnya sentra alpukat berkualitas di Situbondo. Jika petani maju, maka ekonomi desa juga akan ikut tumbuh,” pungkas Ketua KTH Makmur Tambak Ukir Situbondo.

(Redaksi)